loading...
loading...
Berdasarkan teknologi pembuatannya, monitor
terbagi menjadi CRT (Cathode
Ray Tube) dan layar datar (flat
panel display). Layar datar sendiri dibedakan menjadi tiga, yaitu LCD, EL, dan plasma.
Jenis-Jenis
Monior
1. Cathode Ray Tube Monitor CRT
memiliki layar yang terbuat dari tabung hampa, sama seperti pada
pesawat televisi. Hal ini membuat monitor CRT memiliki ukuran relative besar
dibandingkan monitor LCD.
MONITOR NEC 21
MONITOR TRINITRON FD
WARNA MULTISCAN 21"
MONITOR TRINITRON FD
WARNA MULTISCAN 24"
Gambar 1 Contoh monitor CRT.
2. Monitor Layar datar (Flat Panel Display)
Monitor Layar datar atau Flat Panel Display adalah
teknologi tampilan elektronik yang digunakan untuk memungkinkan orang
melihat konten (gambar diam, gambar bergerak, teks, atau
materi visual lainnya) dalam berbagai hiburan, elektronik
konsumen, komputer pribadi, dan perangkat seluler, dan banyak jenis
medis, transportasi dan peralatan industri.
Monitor ini jauh lebih ringan dan lebih tipis
daripada set televisi tabung sinar katoda tradisional (CRT)
dan tampilan video dan biasanya kurang dari 10 cm (3,9 inci) tebal. Tampilan
panel datar dapat dibagi menjadi dua kategori perangkat tampilan: mudah
menguap dan statis. Tampilan yang mudah berubah
mengharuskan piksel secara berkala disegarkan secara elektronik untuk
mempertahankan statusnya (misalnya, tampilan kristal cair (LCD)). Tampilan
yang tidak stabil hanya menampilkan gambar ketika memiliki daya baterai atau listrik
AC . Layar panel datar statis bergantung pada materi yang status
warnanya bistable (misalnya, tablet
pembaca e-book dari Sony), dan dengan demikian, layar panel
datar menyimpan teks atau gambar di layar meskipun daya dimatikan. Pada
2016, layar panel datar hampir sepenuhnya menggantikan tampilan CRT lama. Di
banyak aplikasi era 2010, khususnya perangkat portabel kecil
seperti laptop, ponsel, ponsel cerdas, kamera
digital, camcorder, kamera bidik-jepret, dan kamera video saku,
setiap kerugian tampilan panel datar (dibandingkan dengan CRT) dibuat untuk
keuntungan portabilitas (tipis dan ringan).
Layar datar atau Flat Panel Display sendiri
dibedakan menjadi tiga, yaitu LCD, EL, dan plasma.
- Monitor Layar Datar LCD (Liquid Crystal Display)
Layar LCD memanfaatkan dua keping bahan yang terpolarisasi, dengan
ditambah cairan kristal di antara keping tersebut. Sinyal listrik yang
dilewatkan melalui cairan kristal tersebut akan membuat Kristal yang ada di dalamnya
mencegat cahaya yang lewat. Oleh karena itu tampilan LCD jenis monochrome
biasanya berupa citra berwarna biru atau gelap, dengan latar belakang abu-abu
muda.
LCD berwarna menggunakan dua jenis teknik untuk
menghasilkan warna, yaitu passive matrix dan active matrix.
- Pasive matrix: Teknologi yang digunakan lebih murah dibandingkan active matrix. Pada LCD jenis ini terdapat sederetan transistor di atas (sumbu x) dan di samping kiri (sumbu y) monitor. Transistor- transistor ini memberi energi pada piksel. Piksel merupakan pertemuan dari pancaran transistor sumbu x dan sumbu y. Oleh karena hal tersebut maka teknologi ini sering juga disebut Dual Scan monitor. Kelemahan teknologi ini, monitor harus dilihat secara tegak lurus. Jika dipandang dari sudut agak menyamping, maka tulisan pada monitor tidak akan terlihat. Kelemahan lain, jika ada transistor yang mati, maka akan terlihat adanya garis gelap melintang atau tegak lurus pada layar monitor. Pada teknologi passive matrix yang lebih baru seperti CSTN (Color Super-Twisted Nematic), DSTN (Double Layer Super- Twist Nematic), dan HPA (High-Performance Addressing), kecerahan citra lebih bagus.
- Active matrix: Menggunakan teknologi Thin Film Transistor (TFT). Hasil warna yang diperoleh sebagus CRT, namun teknologinya mahal Active matrix memiliki transistor yang memancarkan cahaya sendiri pada masing-masing piksel, sehingga warnanya lebih cerah, dan tak harus dilihat dengan sudut pandang tegak lurus. Namun karena adanya banyak transistor ini, mengakibatkan pemakaian daya jenis monitor ini lebih tinggi dan kemungkinan kerusakan pada piksel lebih besar.
LCD TFT FLAT
Panel Monitor 15"
SyncMaster 152T/ 172T
Samsung
Gambar 2 Contoh monitor LCD
loading...
- Monitor Plasma
Monitor plasma (atau lengkapnya adalah monitor plasma gas) menggunakan gas untuk mengeluarkan cahaya. Teknologi pada monitor ini kini diterapkan pada televisi datar berlayar lebar.
50” Panasonic Plasma Display TH-50PF20ER
Zenith 60" Class
Gambar 3 Contoh monitor plasma.
- Monitor Electroluminescent
Monitor electroluminescent (EL) mengandung bahan yang
bercahaya manakala dialiri arus listrik. Sebuah piksel terbentuk pada layar saat arus listrik dikirim ke perpotongan baris dan kolom yang sesuai.
Perbedaan Monitor CRT dan LCD
Perbandingan kelebihan dan kekurangan monitor jenis CRT ataupun LCD adalah
sebagai berikut:
- Ukuran fisik: Ukuran fisik monitor CRT jauh lebih besar, karena memerlukan ruangan untuk tabung CRT. Ukuran LCD lebih ramping sehingga sesuai untuk tempat yang terbatas atau untuk laptop.
- Warna: Awalnya, warna monitor LCD hanya ratusan hingga ribuan jenis, sedangkan CRT sudah mencapai jutaan. Namun, LCD- LCD jenis baru telah dapat memproduksi warna yang tak terbatas sehingga tampilan lebih halus.
- Resolusi: Umumnya monitor CRT dapat menampilkan berbagai variasi resolusi, sedangkan monitor LCD hanya memiliki satu resolusi native, yaitu resolusi di mana tampilan yang dihasilkan mem punyai gambar paling jelas. Keadaan ini merupapakan resolusi LCD tertinggi yang dapat dijangkaunya.
- Kecerahan (Brightness): Pada CRT kecerahan gambar tak menjadi masalah. Pada LCD, mengingat pancaran cahaya dilakukan dari belakang, LCD memiliki level kecerahan yang berbeda dengan pada CRT. Ukuran kecerahan LCD biasanya dinyatakan dalam satuan nits, yaitu berkisar antara 70-250 nits. Semakin tinggi nilai nits, maka semakin cerah tampilan gambarnya.
- Sudut Penglihatan: Dibandingkan dengan CRT, monitor LCD memiliki sudut penglihatan yang lebih kecil, sehingga warna yang muncul bisa berubah jika dilihat dari samping atau bahkan tak terlihat sama sekali. Namun monitor LCD dewasa ini telah memiliki sudut pandang yang lebih luas lagi.
- Pemakaian Daya: dan Emisi Radiasi LCD hanya memerlukan daya listrik yang kecil untuk
- pengoperasiannya dan tidak mengeluarkan emisi radiasi yang berbahaya jika dibandingkan dengan monitor CRT. Rata-rata monitor komputer memerlukan daya listrik 110 watt, sedangkan LCD memerlukan sekitar 30 hingga 40 watt.
- Harga: Monitor LCD lebih mahal dibandingkan dengan jenis CRT.
(a) CRT
(b) LCD
Gambar 4 Perbandingan fisik monitor LCD dengan CRT.
Ukuran monitor
Ukuran monitor sama seperti ukuran pesawat televisi; yakni didasarkan pada panjang diagonal dari area yang dapat kita lihat.
Gambar 5 Diagonal layar menyatakan ukuran monitor.
Monitor untuk komputer desktop yang saat ini umum ada di
pasaran adalah monitor berukuran 14". Selain itu terdapat monitor berukuran
15", 17", 19" dan 21". Untuk laptop, ukurannya adalah 12,1" 13,3"
dan 14,1".
Resolusi Monitor
loading...
Ukuran resolusi ditentukan oleh jumlah piksel (berasal dari picture element), yang merupakan titik terkecil penghasil tampilan di layar. Sebagai contoh, resolusi 1.024 x 768 berarti bahwa monitor
mengandung 1.024 baris piksel dan 768 kolom piksel. Dengan kata lain, jumlah
piksel yang menyusun monitor adalah sebesar 1024 x 768 buah. Semakin
tinggi resolusinya, semakin bagus kualitas tampilan monitor.
Gambar 6 Monitor tersusun atas sejumlah piksel.
Berbagai standar resolusi untuk monitor dapat dilihat pada Tabel
1.
Tabel 1 Berbagai standar resolusi untuk
monitor.
Standar
|
Keterangan
|
CGA (Color Graphic Adapter)
|
Dibuat oleh IBM pada tahun 1981, memiliki
4 variasi warna, dan dengan resolusi 320 x 200 saja.
|
EGA (Enhanced Graphic Adapter)
|
Muncul pada tahun 1984 dengan kemampuan
16 warna berbeda, dan resolusi 640 x 350 piksel.
|
VGA (Video Graphic
Adapter) |
Muncul pada tahun 1987. Digunakan
pada komputer 80386 atau 80486.
|
SVGA (Super Video Graphic Array)
|
Memilik umlah piksel 800 x 600, yang
berarti SVGA memiliki 800 baris dan 600 kolom piksel. Monitor jenis
ini dapat menghasilkan 16 jutawarna. Lazim pada monitor 14" dan
15".
|
XGA (Extended Graphic Array)
|
Memilik umlah piksel 1024 x 768 dan
dapat menghasilkan 65.536 jenis warna. Lazim pada monitor 17"
dan 19".
|
SXGA (Super Extended Graphic Array)
|
Memiliki jumlah piksel 1280 x 1024. Lazim
pada
monitor 19" dan 21". |
UXGA (Ultra Extended
Graphic Array)
|
Memiliki jumlah piksel 1600 x 1200. Lazim
pada monitor 21". Dirancang untuk desain grafis.
|
Dot Pitch (dp)
Dot Pitch menunjukkan jarak antara dua piksel. Semakin dekat jaraknya, maka gambar pada monitor akan semakin halus. Sebagai contoh, .28dp berarti jarak antara dua piksel
loading...
adalah 28/100 mm.
Gambar 7 llustrasi perbedaan dot pitch pada huruf S.
Kecepatan
Refresh
Kecepatan refresh menunjukkan jumlah pemayaran ulang piksel per detik, sehingga tampilan piksel tetap jelas. Semakin tinggi kecepatan refresh, maka tampilan di layar akan terlihat lebih nyata. Kecepatan refresh dinyatakan dalam besaran Hertz. Monitor
dengan kualitas bagus akan memiliki kecepatan refresh 75 Hz, yang berarti dalam satu detik citra pada monitor akan ditampilkan sebanyak 75 kali.
Interlaced dan NonInterlaced
Teknologi monitor juga memunculkan dua istilah: interlaced monitor dan noninterlaced monitor. Interlaced
monitor adalah jenis monitor yang menampilkan informasi dalam layar melalui dua tahapan, sedangkan noninterlaced monitor hanya menggunakan satu tahapan. Sebagai contoh televisi biasanya memiliki kecepatan refresh lebih rendah dibanding monitor komputer pada umumnya, memerlukan interlaced agar gambar dapat terlihat jelas. Pelepas elektron pada tabung televise akan menampilkan
seluruh gambar pada baris ganil dari bagian atas layar sampai ke bawah, kemudian pelepas elektron akan menampilkan gambar baris genap sesudahnya. Karena fosfor yang terletak pada layar dapat menyimpan cahaya, maka mata kita melihat seolah-olah gambar
tersebut ditayangkan sekaligus pada saat yang bersamaan. Efek dari interlaced monitor adalah kerdip, yang dapat melelahkan mata dan tentu saja mempengaruhi kualitas penyajian informasi.
Kedalaman Warna (Color Depth)
Jumlah bit yang dipergunakan untuk menyimpan ketentuan tentang sebuah pixel, menentukan banyaknya variasi warna yang dapat dihasilkan oleh sebuah monitor. Jumlah bit ini sering disebut sebagai dengan kedalaman warna atau color depth.
Tabel berikut ini menunjukkan jumlah variasi warna yang dapat dihasilkan oleh sejumlah bit yang berbeda.
Tabel 2 Hubungan jumlah bit dan warna.
Jumlah Bit
|
Jumlah Variasi Warna
|
1
|
2 (monochrome)
|
2
|
4 (CGA)
|
4
|
16 (EGA)
|
8
|
256 (VGA)
|
16
|
65,536 (High Color, XGA)
|
24
|
16,777,216 (True Color, SVGA)
|
32
|
16,777,216 (True Color +Alpha Channel)
|
Kedalaman warna 32 merupakan mode grafis khusus
yang sering dipergunakan pada video digital, animasi dan video game untuk memberikan efek-efek tertentu. Mode ini menggunakan 24 bit untuk mendefinisikan warna pixel, dan 8 bit lainnya untuk memberikan efek gradasi pada gambar ataupun obyek.
Selain jenis monitor, warna dan resolusi gambar pada layar juga ditentukan oleh graphic adapter card, yang merupakan peranti antarmuka penghubung monitor dengan komputer.
loading...
0 Comments
EmoticonEmoticon